Cerita Dewasa ngentot novri di kamar mandi terbaru

Cerita Dewasa ngentot novri di kamar mandi terbaru - Spesial Update Foto Imut Cantik www.ceritadewasaterbaru.blogspot.com kali ini akan berbagi informasi unik seputar Berita Harian, Cerita dewasa, Cerita Ngentot terbaru, cerita hot , Foto ABG hot , Foto telanjang Tante , Foto bugil, Dewasa Terbaru , Cerita Dewasa Hot Posting Pilihan Cerita Dewasa~video 3gp~ Berita Heboh~ Unik Asik Semoga Postingan Kali ini lebih menghibur Pecinta www.ceritadewasaterbaru.blogspot.com Foto Hot ~ABG` Artis model Cantik IMut.Update kali ini spesial Foto Hot Tante ,Foto Bugil Tante , Foto Telanjang Tante , Foto Tante Semok , Foto Tante Binal , Foto Tante Bispak , Foto Tante Seksi



Cerita Ngentot, cerita hot , cerita sexs , cerita dewasa
cerita dewasa, cerita sexs , cerita ngentot , cerita hot
Cerita Ngentot, cerita hot , cerita sexs , cerita dewasa

Cerita Dewasa ngentot novri di kamar mandi terbaru

Cerita Dewasa ngentot novri di kamar mandi terbaru - Di Sabtu malam yang cerah aku terpaksa menunggu rumah sendirian . Keluarga semua pergi ke Jakarta menghadiri acara pernikahan saudara sepupuku .

Aku perkenalkan diri dulu . Namaku Joko, 28 tahun . Tampangku biasa-biasa aja dengan kulit sawo matang . dengan tinggi 170 cm dan berat 70 kg . Pembaca mungkin menyangka aku gendut . Itu sama sekali tidak tepat karena aku rajin fitness hingga otot2ku pun terbentuk walaupun tidak sekekar Ade Rai . Aku bekerja di satu perusahaan swasta di kotaku . Aku tinggal di kota kecil di bagian Barat pantura Jawa Tengah . Dan sekarang aku masih menyandang predikat jomblo . Namun aku selalu enjoy menjalaninya .

Sabtu malam itu tidak seperti biasanya . Teman-temanku yang sebagian jomblo juga (mungkin aku perlu bikin perkumpulan Jomblo Merana, hehehe . . .) tidak keliatan batang hidungnya . Aku yang nungguin rumah sendirian akhirnya cuma bisa duduk sambil mengisap rokok putih di teras depan rumah sambil cuci mata pada cewe-cewe yang lewat di jalan depan rumahku . Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam . Rasa kantuk sudah mulai menyerang . Aku pun bergegas masuk ke rumah . Begitu tanganku hendak meraih gagang pintu, aku dikejutkan suara becak yang direm mendadak . Spontan aku liat ada yang terjadi . Ternyata seorang wanita kira2 berumur 40 tahunan turun dari becak kemudian membayar ongkos ke abang becak . Aku masih terpaku melihat apa yang akan dilakukan oleh wanita dengan kulit sawo matang dan berwajah sensual itu . Tingginya kira-kira 160 cm dan beratnya mungkin 60 kg dengan payudara yang besar kira2 36C dan pantat yang besar pula serta perut yang sudah tidak rata lagi . Wanita itu memakai baju terusan dengan rambut digelung ke atas menambah kesensualannya . Tanpa dikomando penisku lagi berdiri tegang .

"Permisi . . .", suara lembutnya membuyarkan lamunanku . "Eh . . .iya, Bu . . .", jawabku sekenanya . "Pak Atmonya ada?"

Aku jadi bingung karena nama orang tuaku bukan Atmo . Dengan cepat aku baru sadar kalo rumah yang aku tempati sekarang dulu adalah milik Pak Atmo yang sekarang sudah pindah di kota di provinsi Jawa Tengah bagian Selatan .

Akhirnya aku jelaskan padanya tentang keadaan saat ini . Dia pun bingung hendak ke mana karena tidak ada sanak sodara di kota ini . Kemudian aku persilakan masuk wanita itu ke dalam ruang tamu . Setelah melalui percakapan singkat dapat kuketahui kalo wanita itu bernama novri, sepupu Pak Atmo dari Boyolali dan aku tahu kalo dia telah hidup menjanda selama 10 tahun semenjak kematian suaminya .

"Dik Joko, ibu saat ini bingung mau tidur di mana . Lha wong sudah malam begini . Mau melanjutkan perjalanan sudah tidak ada bis lagi," kebingungan meliputi dirinya . "Sudahlah Bu Anis . . .Ibu sementara bermalam di sini dulu . Besok Ibu bisa ke tempat Pak Atmo," aku coba menenangkannya sambil mataku mencuri-curi pandang ke arah gundukan di dadanya yang membusung itu .

Mengetahui hal itu Bu novri jadi salah tingkah sambil tersenyum penuh arti . Akhirnya Bu novri setuju untuk bermalam di rumahku . Aku persiapkan kamarku untuk tidur Bu novri . Tak lupa aku buatkan teh panas untuk menyegarkan tubuhnya . Kemudian aku persilakan Bu novri untuk membersihkan badan dulu di kamar mandi .

Aku menunggu dengan menonton tivi di ruang tengah . Bayangan tubuh montok Bu novri menjadikan burungku jadi makin berdiri keras . Ditimpali suara kecipakan air di kamar mandi terdengar dari tempatku .
"Mas Joko . . ." aku dikejutkan panggilan Bu novri dari kamar mandi . "Iya Bu . . . Ada apa?" aku bergegas menuju ke kamar mandi . "Ibu lupa tidak bawah handuk . Ibu boleh pinjem handuk mas Joko?" terdengar suara Bu novri dari balik pintu kamar mandi . "Boleh kok, Bu . Saya ambilkan sebentar, Bu", aku ambil handukku di jemuran belakang .

"Ini Bu handuknya" perlahan pintu kamar mandi dibuka oleh Bu novri . Aku sodorkan handuk ke tangan Bu novri yang menggapai dari balik pintu . Tak kusangka sodoran tanganku terlalu keras sehingga mendorong pintu terbuka lebar hingga badanku terhuyung ke depan ikut masuk ke kamar mandi . Aku menubruk badan Bu novri . Aku peluk tubuh bugilBu novri agar aku
tidak jatuh . Bu novri pun memeluk tubuhku erat-erat agar tidak terpeleset . "Aahhh . . .", Bu novri menjerit kecil . Aku rasakan buah dada Bu novri yang besar itu dalam pelukanku . Penisku langsung tegang mengenai perus Bu novri . Beberapa detik kami terdiam .
"Ih, mas Joko kok meluk aku sih . . ." katanya manja tanpa melepas pelukannya padaku . Wajahku merah padam . Aku tidak bisa menyembunyikan hasratku yang meletup-letup . "Kaalauu . . .akkuu lepass . . .nantii akku liat ibu novri telanjang donggg . .", jawabku terbata-bata dengan nafas tersengal menahan gejolak birahi . Aku tekan-tekan penisku yang masih terbungkus celana ke perutnya .

"Aacchh . . .sungguh nikmat sekali," batinku karena aku baru pertama kali ini memeluk wanita dalam keadaan telanjang bulat . "Burung mas Joko nakal . . ." katanya manja sambil tangannya merogoh penisku dari balik celana training yang aku pakai . Dielus dan dikocoknya perlahan penisku . "Ouuugghhh . . ." aku hanya bisa mendesah . "Burung Mas Joko besar sekali . . ." Aku tidak tahu apakah dengan panjang 16 cm dan diameter 4 cm itu penisku termasuk besar, entahlah mungkin Bu novri sebelumnya hanya tahu penis dibawah ukuranku . Dan aku pun tidak tinggal diam . aku remes-remes teteknya yang gede itu sambil aku emut putingnya .

"Mmmhhh . . . enak banget mas . . ."
Tangan kiriku langsung turun ke vaginanya yang mulai basah itu . Aku gesek-gesek dengan jariku dan aku mainkan klitorisnya . . .


"Mas . . . ." hanya itu yang bisa Bu novri ucapkan dengan mata sayu sementara tangannya masih mengocok penisku dengan pelan . "Mas . . .Mas Joko . . . .aku wis ora kuat . . . ." suaranya parau "Masukin sekarang ya, Mas . . . ."

Aku jadi bingung karena belum pernah ml sebelumnya . Dengan malu-malu aku pun beranikan diri bertanya, "Bu, caranya gimana?" Bu novri tersenyum genit . "Oh mas Joko masih bujang tong-tong to?" Kemudian Bu novri membalikan badannya dengan berpegangan pada bak mandi Bu novri mengambil posisi nungging . Aku yang udah gak sabar langsung mengarahkan penisku ke vagina yang merah merekah dengan rambut kemaluan yang tercukur rapi tapi gagal karena aku tidak tahu lubang kenikmatan itu . "Sini mas Joko biar aku bantu . . ." Bu novri yang mengerti keadaanku langsung menyamber batang penisku kemudian diarahkannya ke lubang vaginanya .

Kepala penisku menyentuh bibir vaginanya . Oouugghhh . . . sungguh kenikmatan yang luar biasa yang baru aku rasakan . Kemudian aku dorong penisku ke dalam vagina Bu novri  Agak susah memang . "Mas . . .pelan-pelan . Aku udah lama tidak kaya gini . . ." suara Bu novri terdengar lirih tertahan . Aku majukan lagi penisku hingga tinggal setengahnya yang belum masuk ke lubang kenikmatan . Bu novri memaju mundurkan pantatnya berulang-ulang . Dan . . . Slleeepppp . . . . penisku seperti tertelah semuanya oleh vagina Bu novri  Aku maju mundurkan penisku dengan cepat seperti yang aku liat di BF .

"Ooohhhh . . . .masss . . . .mmmhhhh . . . ." hanya itu yang keluar dari mulut Bu novri . Aku merasakan sensasi yang sangat luar biasa . . .

Dan belum ada 30 kocokan aku merasakan akan memuntahkan spermaku ."Bu . . . . aku mau keluar . . ." Aku percepat sodokan-sodokan penisku ke vagina Bu novri . Dengan gerakan yang luwes Bu novri memutar-mutar pantatnya mengimbangi sodokanku . Melihat goyangan pantat Bu novri yang erotis itu aku semakin tidak sanggup menahan laju spermaku . Aku percepat sodokanku . . . . dan . . . "Ooouuugggghhhh . . . . ." aku tekan kuat2 penisku hingga menyentuh dasar rahim Bu novri  "Crrootttt . . . . .ccrrrooottt . . . .cccrrottt . . . ." penisku menyemburkan sperma sebanyak 15 kali ke vagina Bu novri .

Goyangan-goyangan erotis pantat Bu novri mengiringi siraman spermaku . "Oooohhhhh . . . ." Aku terkulai lemas . Aku peluk tubuh Bu novri dari belakang dengan tangan meremas2 tetek Bu novri yang besar walopun sudah agak kendur . Sementara penisku yang masih tegang tenggelam dalam vagina Bu novri yang enak itu . Nafas kami masih tersenggal-senggal . Lama kami terdiam meresapi sisa-sisa kenikmatan yang baru saja dilalui .

"Mas Joko . . . ." Bu novri lirih memanggilku . "Udahan dulu ya Mas . ., aku capek banget . Aku mau istirahat dulu" . Aku bisa memahami kondisi tubuh Bu novri setelah melakukan perjalanan panjang .

Akhirnya aku tidur bareng Bu novri di kamarku . Dan tentunya masih ada kejadian2 kenikmatan yang kami lakukan berdua setelah itu . Nanti akan aku ceritakan buat pembaca semua .


Cerita Ngentot, cerita hot , cerita sexs , cerita dewasa
cerita dewasa, cerita sexs , cerita ngentot , cerita hot
Cerita Ngentot, cerita hot , cerita sexs , cerita dewasa

Cerita Mesum Terbaru Malu tapi mau di entot | Cerita Dewasa terbaru

Cerita Mesum Terbaru Malu tapi mau di entot | Cerita Dewasa terbaru - Spesial Update Foto Imut Cantik www.ceritadewasaterbaru.blogspot.com kali ini akan berbagi informasi unik seputar Berita Harian, Cerita dewasa, Cerita Ngentot terbaru, cerita hot , Foto ABG hot , Foto telanjang Tante , Foto bugil, Dewasa Terbaru , Cerita Dewasa Hot Posting Pilihan Cerita Dewasa~video 3gp~ Berita Heboh~ Unik Asik Semoga Postingan Kali ini lebih menghibur Pecinta www.ceritadewasaterbaru.blogspot.com Foto Hot ~ABG` Artis model Cantik IMut.Update kali ini spesial Foto Hot Tante ,Foto Bugil Tante , Foto Telanjang Tante , Foto Tante Semok , Foto Tante Binal , Foto Tante Bispak , Foto Tante Seksi



Cerita Mesum Terbaru Malu tapi mau di entot | Cerita Dewasa terbaru - Diam -Diam Tapi Mau - Ini adalah cerita tentang pengalamanku saat berhubungan seks dengan sahabat baikku, Regina H. Dharmawan. Pagi ini, aku kembali mendapat kuliah sore hari. Ah, daripada iseng, lebih baik aku ke rumah Regina. Sekalian dari sana pergi ke kampus bersama. Aku memarkir mobil di depan pintu pagar rumah Regina. Rumahnya tampak sepi. Jangan-jangan ia tak ada di rumah. Aku tekan bel pintu. Tak lama kemudian pembantunya keluar."Ada perlu apa, Non?" tanyanya."Ng.. Gina ada, Mbak?""Ada, tunggu sebentar ya." Sang pembantu masuk ke dalam rumah kembali.

"Kata Non Gina, Non Irene disuruh langsung masuk saja. Non Gina lagi ada di kamarnya.""Baiklah, Mbak."Pembantu itu mengantarkan aku ke depan pintu kamar tidur Regina. Setelah pintu dibuka dari dalam aku segera masuk. Si pemilik kamar sedang duduk di atas tempat tidur seraya membaca buku. Astaga! Ia telanjang bulat. Tubuhnya yang indah itu tidak ditutupi oleh selembar benang pun. Tampaklah payudaranya yang montok dan padat. Ditengah-tengahnya terdapat puting susu yang tinggi, yang dikelilingi oleh lingkaran coklat, sementara bagian kemaluannya ditumbuhi rambut-rambut tipis.

Pahanya yang putih dan mulus menantang setiap lelaki untuk menjamahnya."Ren, duduk di sini dong. Jangan bengong saja.""Lho, kamu lagi ngapain, Gin?" tanyaku."Rasanya hari ini aku lagi malas kuliah nih, Ren.""Kenapa?" "Nggak tahu tuh. Pokoknya lagi malas.""Tapi kamu nggak usah telanjang bulat kayak begitu dong", kataku sambil menyodorkan kaus singlet kepadanya. Regina bukannya menerima pemberianku, namun ia malah menyeret tanganku sehingga aku jatuh telentang di atas kasur. Tiba-tiba Regina mencium bibirku, sementara tangannya meremas-remas payudaraku yang tidak begitu besar."Gin! Aduh, kok kamu begini sih?! Jangan ah!" kataku sambil berusaha melepaskan diri.

Akan tetapi Regina lebih kuat. Tubuhnya yang bugil menindih tubuhku. Akhirnya aku pasrah saja. Dengan perlahan-lahan Regina menanggalkan kaus oblong yang kukenakan. Ia menyelipkan tangannya ke balik mangkuk behaku lalu meremas payudaraku. Aku menggerinjal-gerinjal dibuatnya. Kemudian ia melepaskan beha yang kupakai sehingga terbukalah payudaraku yang kencang menantang."Ya ampun, Ren. Buah dada kamu bagus amat. Biar nggak besar, tapi kencang dan kenyal lho", kata Regina sambil mempermainkan puting susuku dengan jari-jemarinya yang lentik sehingga membuatku kegelian.Aku hanya tersenyum saja. Lalu ia meremas-remas payudaraku.

Terasa kenyal dan ketat baginya. Aku semakin menggerinjal-gerinjal. Setelah itu mulutnya menghisap, mengulum, dan menyedot payudaraku. Lidahnya pun mempermainkan puting susuku yang mulai menegang. Kemudian ia menghisap-hisapnya laksana seorang bayi yang kehausan air susu ibunya.Setelah puas merambah payudaraku, Regina membuka celana panjangku. Tangannya meraba pahaku yang mulus. Lalu ia menurunkan celana dalamku, sehingga kami berdua bugil bagai dua orang bayi yang baru saja dilahirkan. Kemudian ia menyuruhku duduk. Ia menyodorkan payudaranya ke mulutku dan aku menerimanya. Aku lumat payudara yang kenyal itu dengan mulutku, sedangkan lidahku yang menyambar-nyambar seperti lidah ular, bergoyang-goyang mempermainkan puting susunya yang tinggi menggiurkan.

Aku hisap puting susu itu yang semakin lama semakin menegang saja. Regina semakin memelukku dengan erat."Ouuhh.. Irene.. ouuhh!"Aku dan Regina saling berpelukan. Kedua pasang payudara kami saling bersentuhan. Sejenak ada perasaan aneh yang menjalar ke seluruh tubuhku merasakan payudaranya yang kenyal. Demikian pula Regina yang merasakan payudaraku. Ia menggesek-gesekkan puting susunya ke puting susuku, sehingga kami berdua sama-sama mendesah."Ouuhh.. ouuhh.." aku menjerit kecil tatkala lidah Regina mulai menjilati kemaluanku dan kemudian masuk menyusuri liang vaginaku. Ia menjilat-jilat bagian dalam "daerah terlarang"ku yang mulai basah itu.
Aku menjerit lagi, ketika ujung lidahnya mempermainkan daging kecil yang menempel pada kewanitaanku itu. Lalu aku berdua berbuat serupa. Akhirnya kami berdua sama-sama kelelahan dan tergolek begitu saja di atas kasur.Tak lama kemudian, Regina bangkit. Ia mengambil es jeruk yang ada di meja di samping tempat tidurnya. Lalu ia menuangkan es jeruk itu ke kemaluanku. Aku menjerit kecil kedinginan. Sementara ia juga menuangkan es jeruk yang tersisa ke dalam kemaluannya sendiri. Tubuh Regina menindihku. Kepalanya menghadap ke selangkanganku.

Demikian pula kepalaku menghadap ke selangkangannya. Lidahnya mulai menjilati kemaluanku. Ia menikmati er jeruk yang sudah mulai masuk ke dalam liang vaginaku. Lidahnya mengikuti aliran air jeruk itu sampai masuk ke dalam "gua keramat"ku itu.Dijilatinya dinding vaginaku, membuatku menggerinjal-gerinjal kegelian."Ouuhh.. Gina.. teruskan..!" desisku bernafsu. Regina melanjutkan penjelajahannya. Sementara itu di sisi lainnya, lidahku pun berbuat hal yang sama pada kemaluannya. Kami berdua dengan garang mempermainkan daging kecil yang berada di dalam liang kewanitaan lawan masing-masing.

Kami berdua menggerinjal-gerinjal keras, sampai-sampai tubuh kami berdua jatuh ke lantai.Beberapa detik kemudian, tubuh kami berdua tergeletak di lantai berdampingan dalam keadaan loyo. Lelah memang, namun penuh dengan kenikmatan yang tak terhingga. Regina tersenyum. Tiba-tiba tangannya kembali meraih tubuhku dan mendekapku. Kembali payudara kami bersentuhan, sementara mulut kami saling melumat satu sama lain. Kami berbaring berhadap-hadapan, dengan kedua kakiku dan kakinya saling berselisipan dan kedua selangkangan kami saling menempel. Kemudian Regina menggesekkan kemaluannya pada kemaluanku berulang-ulang hingga kami berdua puas.
(TAMAT)

Cerita Ngentot Body bahenol tetanggaku yang seksi dan Hot | cerita dewasa terbaru

Cerita Ngentot Body bahenol tetanggaku yang seksi dan Hot | cerita dewasa terbaru - Spesial Update Foto Imut Cantik www.ceritadewasaterbaru.blogspot.com kali ini akan berbagi informasi unik seputar Berita Harian, Cerita dewasa, Cerita Ngentot terbaru, cerita hot , Foto ABG hot , Foto telanjang Tante , Foto bugil, Dewasa Terbaru , Cerita Dewasa Hot Posting Pilihan Cerita Dewasa~video 3gp~ Berita Heboh~ Unik Asik Semoga Postingan Kali ini lebih menghibur Pecinta www.ceritadewasaterbaru.blogspot.com Foto Hot ~ABG` Artis model Cantik IMut.Update kali ini spesial Foto Hot Tante ,Foto Bugil Tante , Foto Telanjang Tante , Foto Tante Semok , Foto Tante Binal , Foto Tante Bispak , Foto Tante Seksi




Cerita Ngentot Body bahenol tetanggaku yang seksi dan Hot | cerita dewasa terbaru ~ Nama ku Didi . Sekarang saya berkerja di salah satu perusahaan multinasional di kota B dan tinggal di daerah J sejak tahun 1995 . Cerita yang akan saya tuturkan di bawah ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang silam . Dulu saya tinggal bersama kedua orang tua ku di sebuah kompleks kecil milik sebuah instansi pemerintah dan dihuni oleh beberapa keluarga saja di dalam satu pagar . Tetangga yang paling dekat dengan kami adalah Om Yan dan Tante Titik yang mempunyai 2 orang anak laki-laki yang masih kecil-kecil, yang besar berumur 3 tahun dan yang kecil berumur 1 tahun .

Pada saat saya kelas 3 SMA, Om Yan secara kebetulan ditugaskan oleh kantornya untuk belajar ke Jepang (terakhir saya baru tahu kalau Om Yan bertugas selama 1 tahun lebih) . Dan tinggallah Tante Titik dan 2 orang anaknya beserta 1 orang pembantunya . Keadaan tersebut membuat saya berhasrat untuk selalu bertandang ke rumahnya dengan alasan ingin bermain dengan kedua anaknya . Alasan tersebut cu ku p ku at karena orang tua saya dan Tante Titik tidak pernah curiga sama sekali . Seringkali saya juga memergoki Tante Titik sedang berganti pakaian di kamar dengan tidak menutup pintunya, atau mandi dengan tidak menutup pintunya .

Sampai pada suatu ketika, saat saya sedang bertandang ke rumahnya dan hanya Tante Titik yang ada di rumah . Kedua anaknya dan pembantunya di-hijrah-kan ke daerah KD, sebelah timur kota BT karena Tante Titik sering berpergian . Dan kebetulan juga orang tua saya saat itu sedang ditugaskan ke luar daerah . Dengan i ku tnya ibu dan kakak saya, yang berarti saya juga hanya tinggal sendiri di rumah .

Sekedar gambaran, Tante Titik itu mempunyai tinggi badan sekitar 165 cm, mempunyai pinggul yang besar, buah pantat yang bulat, pinggang yang ramping, dan perut yang agak rata (ini dikarenakan senam aerobic, fitness, dan renang yang dii ku tinya secara berkala), dengan didu ku ng oleh buah dada yang besar dan bulat (belakangan saya baru tahu bahwa Tante Titik memakai Bra u ku ran 36B untuk menutupinya) . Dengan wajah yang seksi menantang dan warna ku lit yang putih bersih, wajarlah jika Tante Titik menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang .

Hingga pada suatu sore, saat saya mendengar ada suara langkah kaki di luar, kemudian saya intip dari jendela dan ternyata Tante Titik baru pulang . Tidak lama kemudian saya ingin ke kamar mandi (kamar mandinya terletak di luar masing-masing rumah dan ada beberapa tempat yang berjejer) . Di saat saya keluar dari kamar mandi, saya berpapasan dengannya . Dia memakai kimono tipis warna biru muda dengan handuk di pundak dan rambut yang diikat agak ke atas sehingga leher jenjangnya terlihat seksi sekali . Sedangkan saya hanya memakai celana pendek tanpa kaos (memang kalau di rumah, saya jarang memakai kaos/baju) .

"Malem Tante", saya sapa dia agar terlihat agak sopan .
"Malem Mas Dio . . kok belum tidur . .?" balasnya .
Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia mencekal tangan saya .
"Mas Dio . ." katanya tiba-tiba dan terlihat agak sedikit ragu-ragu .
"Ya Tante . .?" Jawab saya .
"Eee . . nggak jadi deh . ." Jawabnya ragu-ragu .
"Ada yang bisa saya bantu, Tante . .? Tanya saya agak bingung karena melihat keragu-raguannya .

"Eee . . nggak kok . Tante cuma mau nanya . ." jawabnya dengan ragu-ragu lagi .
"Mas Dio di rumah lagi ngapain sekarang . .?" tanya dia .
"Lagi nonton . Emangnya kenapa Tante . .?" saya tanya dia lagi .
"Lagi nonton apa sih . .?" tanya dia agak menyelidik .
"Lagi nonton BF Tante", kata saya yang tidak tahu dari mana tiba-tiba saya mendapat keberanian untuk bilang begitu .
"BF . .? tanya dia agak kaget .
"Maksudnya Blue Film . .?"
"Iya . . emangnya ada apa sih Tante? Kalo tidak ada apa-apa saya mau nerusin nonton lagi nih . ." kata saya dengan agak memaksa .
"Eee . . mau bantuin Tante nggak . .? Soalnya Tante agak ta ku t sendirian di rumah . Kalau kamu mau sambil nonton juga boleh kok . Bawa aja filmnya ke rumah, Tante juga punya beberapa film seperti itu . Nanti Tante temenin nontonnya deh", kata dia agak merajuk .
"Iya deh Tante, saya pilihin dulu yang bagus", kata ku tanpa ba bi Bu langsung setuju dengan ajakannya .

Pucuk di cinta ulam tiba, sesuatu yang sangat a ku impikan sejak lama untuk bisa berdua dengan Tante Titik . Hari ini a ku akan berdua dengannya sambil menonton Film Biru dengan harapan bisa melihat keindahan ragawi seorang wanita yang a ku puja-puja dari dulu dan bahkan (mungkin) merasakan kenikmatannya juga .

Singkat kata saya langsung memilah-milah video yang bagus-bagus (Maklum, waktu itu masih jamannya Betamax, belum VCD) . Kemudian saya masuk rumah Tante Titik lewat pintu dapurnya . Saya setel lebih dulu video yang tadi saya tonton dan belum habis . Beberapa menit kemudian Tante Titik masuk lewat pintu dapur juga dengan wangi tubuh yang segar, apalagi rambutnya juga kelihatan basah seperti habis keramas . Saya selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut kimono tipis biru muda yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah dadanya karena dia tidak memakai Bra . Tanpa ku sadari, di antara degupan jantung ku yang terasa mulai keras dan kencang, kejantanan ku juga sudah mulai menegang . Dengan santai dia duduk tepat di sebelah ku , dan i ku t menonton film BF yang sedang berlangsung .

"Cakep-cakep juga yang main . ." akhirnya dia memberi komentarnya .
"Dari kapan Mas Dio mulai nonton film beginian . .? tanyanya .
"Udah dari dulu Tante . ." kata ku .
"Mainnya juga bagus dan tidak kasar . Mas Dio udah tahu rasanya belum . .? tanya dia lagi .
"Ya belum Tante . Tapi kata temen-temen sih enak . Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau iya boleh juga sih", kata ku .
"Ah Mas Dio ini kok jadi nakal yah sekarang", katanya sambil mencubit lengan ku .
"Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar kamu tahu rasanya", tambahnya dengan sambil melirik ke arah ku dengan agak menantang .

Tidak lama berselang, tiba-tiba Tante Titik menyenderkan kepalanya ke bahu ku . Seketika itu pula a ku langsung kaget dan bingung karena belum pernah sama sekali mela ku kan perbuatan itu . Tapi a ku hanya bisa pasrah saja oleh perla ku annya . Sebentar kemudian tangan Tante Titik sudah mulai mengusap-ngusap daerah tubuh ku sekitar dada dan perut (karena lagi-lagi a ku tidak memakai kaos saat itu) . Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cu ku p membuat a ku nervous karena itu adalah kali pertama a ku diperla ku kan oleh seorang wanita, apalagi wanita tersebut tidak lain adalah Tante Titik . Kejantanan ku sudah mulai semakin berdenyut-denyut siap bertempur .

Kemudian Tante Titik mulai menciumi leher ku , lalu turun ke bawah sampai dada ku . Sampai di daerah dada, dia menjilat-jilat ujung dada ku , secara bergantian kanan dan kiri . Tangan kanan Tante Titik juga sudah mulai masuk ke dalam celana ku , dan mulai mengusap-usap kejantanan ku .

Karena dalam keadaan yang sudah sangat terangsang, a ku mulai memberanikan diri untuk membuka kimono yang dia pakai . A ku remas payudaranya, dan a ku pilin-pilin ujung dari payudara yang berwarna kecoklatan dan sangat sensitif itu, terkadang a ku juga mengusap ujung-ujung tersebut dengan ujung jari ku . "Ssshh . . ya situ sayang . ." katanya setengah berbisik . "Ssshh . . oohh . ."

Tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendek ku , dan diusapnya kejantanan ku . Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara . Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulut ku . Sambil berciuman tangan ku mulai bergerilya ke bawah sampai pada permukaan celana dalamnya, yang rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab . A ku melepaskan celana dalam Tante Titik, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat . ku tempelkan jari ku di ujung atas permukaan kemaluannya . Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jari ku bermain di daerah seputar klitorisnya . Lama kelamaan A ku masukkan satu jari ku , lalu jari kedua dan kemudian a ku tambah satu jari lagi sehingga menjadi tiga ke dalam liang kemaluannya . "Aaahh . . sshh . . oohh . . terus sayang . . terus . ." bisik Tante Titik .

Ketika jari ku terasa mengenai akhir lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar . "Ya . . terus sayang . . terus . . aahh . . sshh . . oohh . . aahh . . terus . . sebentar lagi . . teruuss . . oohh . . aahh . . aarrgghh . ." kata Tante Titik .

Seketika itu pula dia memeluk tubuh ku dengan sangat erat sambil mencium ku dengan penuh nafsu . A ku merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian baru a ku tahu bahwa dia sedang mengalami orgasme) . Beberapa saat tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan hebatnya . Yang diakhiri dengan ter ku lainya tubuh Tante Titik yang terlihat sangat lemas di sofa .
"Saya kapan Tante, kan saya belum . .?" Rujuk ku .
"Nanti dulu yah sayang, sebentar . . beri Tante waktu untuk istirahat sebentar aja", kata Tante Titik .
Tapi karena sudah sangat terangsang, ku usap-usap bibir kemaluannya sampai mengenai klitorisnya, a ku dekati payudaranya yang menantang itu sambil ku jilati ujungnya, sesekali ku remas payudara yang satunya . Sehingga rupanya Tante Titik juga tidak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang ku la ku kan terhadapnya . Sehingga sesekali terdengar suara erangan dan desisan dari mulutnya yang seksi . A ku usap-usapkan kejantanan ku yang sudah sangat amat tegang di bibir kemaluannya sebelah atas . Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluan ku menuju lubang kemaluannya . Pelan-pelan saya dorong kejantanan ku agar masuk semua .

Kepala kejantanan ku mulai menyentuh bibir kewanitaan Tante Titik . "Ssshh . ." rasanya benar-benar tidak bisa ku bayangkan sebelumnya . Lalu Tante Titik mulai menyuruh ku untuk memasukan kejantanan ku ke liang kewanitaannya lebih dalam dan pelan-pelan . "Aaahh . ." baru masuk kepalanya saja a ku sudah tidak tahan, lalu Tante Titik mulai menarik pantat ku ke bawah, supaya batang kejantanan ku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam . Bagian dalam kewanitaannya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tidak dipergunakan . Namun Tante Titik tetap memaksakannya masuk . "Aaagghh . ." rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kejantanan ku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa . Lalu terdengar suara erangan Tante Titik .

Lalu Tante Titik mulai menyuruh ku untuk menggerakkan kemaluan ku di dalam kewanitaannya, yang membuat ku semakin gila . Ia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan . Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang kewanitaannya bertambah licin, dan makin lama Tante Titik terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat dia berteriak dan mengerang dengan sejadi-jadinya karena tidak ku asa menahannya . Dan tiba-tiba kemaluan ku terasa seperti disedot oleh liang kewanitaan Tante Titik, yang tiba-tiba dinding-dinding kewanitaannya terasa seperti menjepit dengan ku at sekali . Aduuh . . kalau begini a ku makin tidak tahan dan . . "Aaarrgghh . . sayaang . . Tante keluar lagii . ." jeritnya dengan keras, dan makin basahlah di dalam kewanitaan Tante Titik, tubuhnya mengejang ku at seperti kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan . Dan akhirnya Tante Titik ter ku lai lemas, tapi kejantanan ku masih tetap tertancap dengan mantap .

A ku mencoba membuatnya terangsang kembali karena a ku belum apa-apa . Tangan kanan ku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali ku pilin-pilin ujungnya dan ku usap-usap dengan ujung jari telunjuk ku . Sedang payudara kirinya ku hisap sambil menyapu ujungnya dengan lidah ku . Tiba-tiba seperti ada sesuatu yang keluar dan terasa hambar dari ujung payudaranya, yang ternyata susu . "Ssshh . . shh . ." desahan Tante Titik sudah mulai terdengar lagi . A ku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style . Awalnya dia menolak dengan alasan belum pernah bersetubuh dengan gaya itu, setelah a ku beritahu alasan ku , akhirnya dia mau juga dengan berpesan agar a ku tidak memasukkan air mani ku ke dalam liang kewanitaannya .

A ku mencoba untuk menusukkan kejantanan ku ke dalam liang kewanitaannya, pelan tapi pasti . Kepala Tante Titik agak menengok ke belakang dan matanya melihat mata ku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul . Sedikit demi sedikit a ku coba untuk menekannya lebih dalam . Kejantanan ku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam kewanitaan Tante Titik, lalu a ku mulai menggerakkan kejantanan ku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat . Dengan gaya seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti gaya konvensional yang tadi .

A ku terus menggerakkan pinggul ku dengan tangan kanan ku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri ku pergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan seksi . "Ssshh . . aarrgghh . . oohh . . terus sayaang . . terus . . aarrgghh . . oohh . ." Tante Titik terus mengerang .

Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Titik merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan sangat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat . Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh ter ku lai lemas menempel pada sofa itu sambil lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas . Dan a ku merasa kejantanan ku mulai berdenyut-denyut dan a ku memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun . Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga a ku tidak berhenti menggerakkan pinggul ku terus .

A ku merasakan tubuh ku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulang ku akan lepas dari tubuh ku , tangan ku menggenggam buah pantat Tante Titik dengan erat, yang kemudian dii ku ti oleh keluarnya cairan mani ku di dalam liang kewanitaan Tante Titik . Mata Tante Titik terlihat agak terbelalak ketika merasakan ada cairan yang memenuhi bagian dalam dari kewanitaannya . Sesaat kemudian a ku ambruk di atas tubuhnya, tubuh ku terasa sangat lemas sekali . Setelah kami berdua merasa agak tenang, a ku melepaskan kejantanan ku dari liang nikmat milik Tante Titik .

Dengan agak malas Tante Titik membalikkan tubuhnya dan duduk di samping ku sambil menatap tajam mata ku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan kemaluannya .
"Kok dikeluarin di dalem sih Mas Dio . .? tanyanya dengan suara yang agak bergetar .
"Tadi kan saya sudah bilang ke Tante, kalau punya saya berdenyut-denyut, tapi Tante nggak ngejawab sama sekali . ." kata ku membela diri .
"Ya kan terasa kalau sudah mau keluar . ." katanya .
"Saya mana tahu rasanya kalau mau keluar . . ini kan yang pertama buat saya . Jadi saya belum tahu rasanya . ." jawab ku .
"Terus entar kalau jadi gimana?" katanya lagi .
"Nggaakk tahu Tante . ." jawab ku dengan suara yang agak terbata-bata karena ta ku t dengan resiko tersebut .
"Ya sudahlah . . tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar ya . .?" katanya menenangkan diri ku yang terlihat ta ku t .
"I . . iiya Tante . ." jawab ku sambil menunduk .

Lalu Tante Titik berdiri menghampiri video dan TV yang masih menyala, dan mematikannya . Kemudian tangannya dijulurkan, mengajak ku pindah ke kamar untuk tidur . Akhirnya kami tertidur pulas sampai pagi sambil saling berdekapan dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun .

Itulah awal dari perbuatan-perbuatan saya bersama Tante Titik . Selama hampir 2 tahun Tante Titik memberi saya banyak pelajaran dan kenikmatan yang sangat luar biasa . Terkadang jika Tante Titik sedang sangat menginginkannya, a ku selalu siap melayaninya, kecuali jika keadaan ku sedang tidak fit atau sedang ada keperluan keluarga atau sekolah . Dan jika a ku yang sedang menginginkannya, Tante Titik sangat tidak keberatan melayani ku , bahkan dia terlihat sangat senang . Tidak jarang a ku diajak pergi untuk mela ku kan fitness atau olah raga atau hanya sekedar jalan-jalan atau ngerumpi bersama teman-temannya . Akhirnya a ku baru tahu kalau Tante Titik sebenarnya sangat haus akan seks, dia adalah wanita yang bertipe agak mendewakan seks . Dan dia akan mela ku kan apa saja demi seks . Tapi sebenarnya pula dia tidak begitu ku at dalam bersetubuh, sehingga dia bisa berkali-kali mengeluarkan cairannya dan berkali-kali pula tubuhnya ter ku lai lemas .

TAMAT

Cerita Dewasa Hot ngentot dengan kakak Sendiri | Cerita Hot Terbaru

Cerita Dewasa Hot ngentot dengan kakak Sendiri | Cerita Hot Terbaru - Spesial Update Foto Imut Cantik www.ceritadewasaterbaru.blogspot.com kali ini akan berbagi informasi unik seputar Berita Harian, Cerita dewasa, Cerita Ngentot terbaru, cerita hot , Foto ABG hot , Foto telanjang Tante , Foto bugil, Dewasa Terbaru , Cerita Dewasa Hot Posting Pilihan Cerita Dewasa~video 3gp~ Berita Heboh~ Unik Asik Semoga Postingan Kali ini lebih menghibur Pecinta www.ceritadewasaterbaru.blogspot.com Foto Hot ~ABG` Artis model Cantik IMut.Update kali ini spesial Foto Hot Tante ,Foto Bugil Tante , Foto Telanjang Tante , Foto Tante Semok , Foto Tante Binal , Foto Tante Bispak , Foto Tante Seksi




Cerita Dewasa Hot ngentot dengan kakak Sendiri | Cerita Hot Terbaru - Panggil saja aku Vel umurku sekarang 27 tahun, sekarang aku bekerja pada sebuah perusahaan di salah satu kota di negara bagian New Hampshire. Aku cukup salut dengan website ini. Dan singkatnya aku tertarik untuk mencoba menceritakan apa yang aku alami dan kujalani sampai saat ini. Saat ini aku tinggal bersama kakak perempuanku, panggil saja Kak Risa Umurnya sekarang 31 tahun, 4 tahun lebih tua dariku. Kehidupan kami saat ini begitu tenang, tertutup namun bahagia.

cerita dewasa, cerita sex, cerita panas, cerita seks, cerita mesum, cerita hot, cerita bokep, cerita ngentot, cerita porno, ngentot artis, foto sexy, abg bugil, foto seksi, foto hot, foto mesum, foto panas, foto sex, foto bugil, cewek bugil.


A ku akan memulai dari awal bagaimana semuanya terjadi, percaya atau tidak bahwa apa yang ku alami ini tidak mengalami hambatan atau rintangan sama sekali, hal yang membuat ku sendiri heran bila memikirkannya . Awalnya 15 tahun yang lalu saat a ku masih berumur 12 tahun . Kami besar dari keluarga berada, keseluruhan saudara ku ada 5 orang . Nomor satu dan dua laki-laki sedangkan yang ketiga perempuan . Kak Risa nomor empat dan a ku paling akhir . Sebenarnya a ku lahir di Indonesia . Hanya memang Papa ku adalah pria berkebangsaan Amerika . Sedangkan Mama ku asli orang Indonesia .

Waktu a ku berumur 12 tahun, kami masih tinggal di Indonesia . Tapi Papa ku tidak disini karena ia memang tidak bekerja di Indonesia . Setahu ku dulu Mama ku juga sibuk bekerja, ia tidak terlalu khawatir karena kedua kakak ku yang lain sudah cu ku p dewasa dan dianggap bisa menjaga kami . A ku maklum karena kedua orang tua ku memang berencana mengurus kepindahan kami semua ke Amerika .

Sebenarnya kami semua saling menyayangi satu sama lain . Jarang sekali ku lihat ada pertengkaran di antara kakak-kakak ku . Tapi sejak kecil a ku memang sudah dekat sekali dengan Kak Risa . Memang dia yang selalu menemani ku saat a ku bermain . Ya selain itu jarak umur antara a ku dan kakak ku yang nomor tiga sangat jauh sekitar 8 tahun . Kak Risa memang sangat sayang pada ku , hampir tiap kali a ku selalu dapat bermanja-manja dengannya . Ya, hal itulah yang membuat ku sangat interest sekali dengan Kak Risa . Bahkan ku ingat seumur ku waktu itu a ku sudah mulai ada ketertarikan dengan kakak ku .

Pada awalnya a ku hanya berandai-andai saja . Sebab saat itu a ku yakin sekali bahwa tidak mungkin a ku menjalin hubungan yang lebih dengan kakak ku . Paling Kak Risa cuma menganggap a ku adiknya saja . Meskipun sebagai adik a ku selalu mendapat perla ku an istimewa darinya . Dari kecil a ku dan Kak Risa memang tidak pernah berpisah, kamar kamipun jadi satu . Sebenarnya saat a ku berusia 9 tahun, a ku sudah minta kamar sendiri, tapi Kak Risa tidak setuju, alasannya sederhana, ia tidak mau pisah kamar dengan ku , masa itu sebenarnya adalah masa di mana a ku agak enggan berbagi, inginnya memodifikasi kamar sendiri tanpa ada yang mencampuri, tapi tidak jadi masalah, lagipula a ku dulu pena ku t, dan a ku sudah terbiasa tidur dalam pelukan kakak ku .

Mungkin waktu kecil dulu a ku tergolong bandel . Kalau Mama lagi tidak ada, orang rumah pasti ku buat repot dengan ulah ku . Kak Risa juga sering ku jahili . Biasanya kalau tidur malam Kak Risa hanya menggunakan celana dalam aja . A ku tidak mengerti kenapa . Padahal kamar menggunakan AC . Seringnya a ku iseng memainkan dan menghisap puting susunya . Kak Risa mengetahui hal itu tapi dia tidak pernah marah atau menegur ku , paling cuma bilang, Kalo mau kaya gini kenapa nggak minta sama Mama aja sih? . Lucunya hal itu malah jadi kebiasaan ku . Dan karena tidak ada yang tahu, kejadian seperti itu berlangsung terus sampai usia ku beranjak 12 tahun .

Tapi makin besar a ku mulai merasa tidak enak sendiri, meski kebiasaan ku itu tidak jadi masalah buat Kak Risa .

Kak Risa itu orangnya tomboy Sekali . Saat dia berumur 16 tahun dia i ku t beberapa bela diri . A ku tadinya tidak tertarik, tapi Kak Risa juga minta a ku i ku t beladiri . Bisa dibayangkan seperti apa jadinya, gaya jalannya jadi aneh, tidak feminin . Kalau tidak tertutup dengan wajahnya yang cantik dan bodynya yang bagus, cowok pasti malas dekat dengan Kak Risa . Apalagi ditambah sifat Kak Risa yang tertutup, dan cenderung idealis . Selain itu kelihatannya Kak Risa juga tidak terlalu tertarik membina hubungan dengan lawan jenis . Terutama setelah i ku t beladiri . Tapi biar begitu a ku tahu kalau banyak cowok cakep yang suka sama dia . Dan Kak Risa hanya datar saja menanggapinya . Soalnya a ku sering terima telepon untuk Kak Risa . Dan sering sekali dia tidak mau terima teleponnya . Bisa dibilang Kak Risa sangat Untouchable .

Saat umur ku hampir 13 tahun, awal mulai masuk SMP, a ku suka dengan seorang gadis teman sekelas ku . A ku sangat suka padanya, tapi tidak berhasil mendekatinya, intinya kalah bersaing . Saat itu perasaan ku benar-benar tidak enak . A ku berusaha menghibur diri dengan sering pergi ke rumah sahabat-sahabat ku . Di sanalah a ku mulai mengenal bu ku -bu ku dan film khusus dewasa . Di usia ku yang sekecil itu a ku sudah memiliki majalah luar negeri khusus dewasa, juga filmnya . Tidak sulit, karena nyaris seluruh sahabat ku bukan orang Indonesia . Dan mereka sangat bebas mendapatkan barang seperti itu pada masa-masa tersebut .

Kak Risa tahu bahwa a ku memiliki barang-barang itu, memang itu susahnya kalau satu kamar, jujur saja Kak Risa tidak suka a ku memilikinya hingga a ku sempat dimarahi juga olehnya, dan ia meminta ku untuk membuang barang-barang itu . Apa boleh buat, bagi ku lebih baik benda-benda itu yang a ku singkirkan daripada a ku kehilangan kasih sayang Kak Risa .

Meski Kak Risa sudah punya banyak kesibukan dengan studi dan kegiatan sekolahnya, perhatiannya pada ku tidak berubah, malah cenderung semakin berlebihan, Kak Risa semakin sering memaksa ku untuk menemaninya saat ia sedang mela ku kan kegiatannya atau pergi kemanapun . Ia juga makin sering mencium dan memeluk ku dengan mesra, bahkan di depan umum . Mulanya a ku merasa tidak nyaman dengan perla ku annya itu, tapi lama kelamaan a ku merasa nyaman juga . Perasaan ku pada Kak Risa muncul kembali . Kalau dulu ciumannya ku tanggapi biasa saja, sekarang a ku lebih senang membalasnya dengan mesra . A ku pun mulai suka memberikan perhatian lebih pada kakak ku itu, mungkin karena merasa perhatiannya mendapat respon lebih dari ku . Kak Risa jadi makin sayang pada ku . Setengahnya kami jadi mirip orang yang sedang berpacaran, meskipun secara fisik tetap kelihatan kalau a ku adiknya .

A ku ingat malam itu saat a ku pertama kali mela ku kannya dengan kakak ku , seperti biasa a ku bercanda dengan Kak Risa di dalam kamar, saat itu semua orang rumah sudah tidur, kesempatan itu biasanya sering ku gunakan untuk mencurahkan isi hati pada kakak ku , semua permasalahan yang ku dapat hari itu selalu ku tumpahkan padanya, dan Kak Risa selalu merespon itu semua dengan sabar dan penuh pengertian, dan memang ku a ku i beberapa waktu terakhir Kak Risa cenderung over . Kata-kata dan sikapnya sangat mesra pada ku apalagi kalau kami hanya berdua saja seperti itu, perla ku annya itu sering membuat jantung ku berdebar, a ku sadar sepenuhnya bahwa dia itu kakak ku , tapi a ku tidak mengerti kenapa hati ku bisa bergejolak tidak karuan .

Kalau tidak salah waktu itu Kak Risa mengenakan kaos dan celana dalam warna putih, rambutnya dibiarkan terurai . Beda dengan kesehariannya, kakak ku saat itu terlihat sangat feminin dan cantik sekali . A ku ingat sesekali Kak Risa meraih kepala ku dan menciumi ku . A ku tidak berpikir macam-macam, hanya memang a ku sangat menikmati perla ku an Kak Risa pada ku . Sampai suatu kali Kak Risa mencium bibir ku , ku balas dengan ciuman mesra . Yang sebenarnya serabutan . A ku mencoba berlama-lama meski tidak yakin berhasil, tapi karena a ku menikmatinya, berhasil juga . ku lumat bibir kakak ku itu dengan lembut . Kak Risa kelihatannya juga suka dengan ciuman ku . Sebab dia sama sekali tidak berusaha menyudahi ciuman itu, bahkan kedua tangannya semakin memeluk ku erat, a ku bisa merasakan belaiannya di kepala ku . Tapi sayangnya ciuman itu terhenti . Kak Risa menghela nafas sambil memandang ku aneh .

Kakak ku cium lagi ya, mendengar itu Kak Risa masih diam .

Mungkin dia masih heran dengan kela ku an ku , memang tidak biasanya a ku membalas ciumannya sampai selama itu . Tapi tatapannya kemudian berubah mesra lalu dia tersenyum dan justru ganti mencium ku lagi . Kali ini ciuman ku mulai agresif . Bibir kami seolah tidak berhenti untuk saling melumat, diiringi desahan-desahan erotis dari Kak Risa, detak jantung ku menjadi semakin cepat . ku coba mendorong Kak Risa agar merapat ke dinding . Kemudian ku ciumi jenjang leher kakak ku . Tangan ku yang dari tadi pasif sekarang mulai mencoba mela ku kan eksplorasi kesana kemari .

Sementara bibir ku masih berkonsentrasi pada leher Kak Risa, tangan ku telah menyusup ke dalam kaos putihnya, dan tanpa kesulitan a ku langsung dapat menemukan buah dada Kak Risa yang tidak tertutup oleh bra sama sekali, menurut ku untuk u ku ran gadis yang hampir 17 tahun, buah dada Kak Risa tergolong cu ku p besar, tentu saja a ku sudah sering melihatnya, karena sampai saat itu kami masih sering mandi bersama . A ku mencoba meremasnya dengan lembut . Kak Risa tampak menggeliat dan sesekali mendesah .

Perlahan ku naikan kaos itu supaya tidak menghalangi buah dada Kak Risa . Dan begitu buah dadanya terlihat, tanpa basa-basi langsung ku hisap putingnya yang berwarna merah muda itu dan ku remas dengan bibir ku . A ku benar-benar menikmatinya seperti bayi yang sedang menyusu . Sesaat ku tanggalkan kaos ku , juga celana pendek ku . Kemudian ku peluk tubuh Kak Risa dan makin ku at ku hisap puting susunya, sesekali ku mainkan putingnya dengan lidah ku , kemudian ku hisap lagi . Karena terlalu enjoy, a ku tidak tahu bahwa ternyata Kak Risa telah menanggalkan kaos putihnya . Sehingga saat dia memeluk ku erat, tubuh ku benar-benar bersentuhan dengan tubuh kakak ku , dan bisa ku rasakan tubuh kakak ku yang harum dan sangat halus itu . Lama sekali a ku menikmati buah dada kakak ku itu secara bergantian, Kak Risa pun seolah tidak mau melepaskan ku ia justru menekan kepala ku ku at- ku at pada buah dadanya .

Tubuh kami sudah basah semua oleh keringat . Sampai detik itu a ku masih ragu untuk mela ku kan seks dengan kakak ku . Memang awalnya semua ini ku pelajari dari semua majalah dan film yang ku lihat, tapi lama kelamaan naluri ku mulai berinisiatif . Karena masih ragu a ku coba untuk menciumi bibir kakak ku lagi . Sama seperti sebelumnya, Kak Risa membalas ciuman itu dengan sangat mesra . Dengan memberanikan diri a ku membisikan sesuatu ke telinga Kak Risa .

Kak, boleh a ku lepas celana dalammu? .

Kak Risa agak terkejut .

Kamu mau apa dek . .? .

Aduh a ku jawab gimana ya .
A ku mau jilatin vagina kakak .

Karena ragu kata-kata itu keluar dengan asal dan pelan sekali . A ku ta ku t . ku pikir pasti kakak akan marah dan ia tidak bakalan mau .

Ih, nakal .

Jawab Kak Risa spontan, Kak Risa kemudian memandangi ku sambil tersenyum, wajahnya agak memerah . Masih dengan posisi bersandar Kak Risa melepas celana dalamnya perlahan-lahan . Slow motion itu membuat jantung ku semakin berdetak tidak menentu .

Sebenarnya a ku setengah heran kenapa Kak Risa sama sekali tidak marah ketika a ku memintanya mela ku kan hal itu, tapi sudahlah . Kemudian Kak Risa melebarkan pahanya . Awalnya a ku malu untuk melihat . Untuk menutupi hal itu, ku ciumi lagi bibir Kak Risa . Kemudian perlahan-lahan ku turunkan kepala ku sampai tepat di depan vagina Kak Risa . Vagina Kak Risa nyaris tidak ditumbuhi rambut . Jadi a ku mampu memandang dengan leluasa gundukan vagina Kak Risa, sebenarnya pemandangan ini juga tidak asing lagi bagi ku , tapi sedekat ini baru pertama kalinya . ku lihat ada cairan yang mengalir keluar dari bagian bawah vagina kakak ku disertai bau yang aneh . Perlahan ku buka belahan daging yang menutupi lubang vagina Kak Risa . Dan langsung ku sapu dengan lidah ku dari bawah ke atas berkali-kali . Saat itu tubuh Kak Risa langsung mengejang . Dengan bibir dan lidah ku ku permainkan klitorisnya . Secara spontanitas kedua tangannya memegangi kepala ku . A ku semakin asyik menjilati vagina kakak ku itu, bahkan sesekali ku hisap bagian bawahnya . ku dengar K
ak Risa berulang-ulang mendesah sambil menyebut nama ku . Permainan itu luar biasa sekali, meski cairan yang keluar rasanya tidak karuan, tapi a ku benar-benar menikmatinya .

Saat lidah ku menyusup ke dalam lubang vagina Kak Risa, sebisanya ku jilati bagian dalam lubang itu . Kak Risa makin terengah-engah . Nafasnya memburu tidak karuan . Lidah ku juga makin liar mengobrak-abrik bagian sensitif kakak ku itu, sehingga semua tempat di dalamnya tersapu oleh lidah ku . Setelah beberapa menit Kak Risa agak mengejangkan tubuhnya . A ku merasakan lidah ku dialiri sesuatu yang hangat . Bersamaan dengan erangan keras dari Kak Risa serta pahanya yang menjepit kepala ku dengan sangat ku at . ku jilati cairan itu sampai bersih, meskipun rasanya masih sama . Kemudian a ku naik ke atas dan ku ciumi lagi Kak Risa .
Adek, kamu nakal banget sih?, ekspresi wajah Kak Risa sangat berbeda .

Kak, a ku sayang sama kakak, Kak Risa memandangi ku dengan sayu, tangannya mengusap pipi ku .

Kakak juga sayang kamu .

Dengan berani a ku mencoba mengajak Kak Risa untuk mela ku kan hubungan seks dengan ku .

Kak, boleh a ku mela ku kannya sama Kakak .

Kak Risa terdiam mematung, kepalanya tertunduk untuk beberapa saat . Suasana benar-benar hening, sampai nafas kamipun terdengar sangat jelas .

Setelah itu dia kembali memandang ku sambil bertanya, Kamu yakin mau mela ku kannya Dek? .

Suara Kak Risa sangat pelan sekali . A ku tak menjawab, a ku hanya melihat tatapan mata Kak Risa yang sangat berbeda, a ku tak bisa menggambarkannya, tapi a ku tahu Kak Risa rela mela ku kannya dengan ku . Langsung ku lepas celana dalam ku . Kemudian a ku agak bergeser ke bawah, ku lebarkan kedua kakinya . Senjata ku tampak tegak berdiri, tapi tidak sebesar orang dewasa, masih u ku ran standart anak 12 tahun . Kak Risa terus menatap wajah ku saat a ku mengarahkan senjata ku tepat di depan vaginanya .

Kak . .?, sekali lagi ku minta persetujuannya .

Ia mengangguk pelan . Perlahan ku dorong masuk senjata ku . Tapi tidak berhasil, dasar masih amatir hijau . Sampai yang ketiga kalinya . Kak Risa kemudian meraih dan menahan pinggang ku sambil mengarahkan vaginanya tepat di ujung senjata ku , kemudian ku coba mendorong lagi, meski sulit dan agak sakit tapi berhasil juga ku masukkan seluruh senjata ku ke dalam vagina Kak Risa, perlahan ku gerakkan pinggang ku . Kedua tangan Kak Risa tampak meremasi selimut tidur kami . Desahannya mulai terdengar lagi, ku perhatikan Kak Risa tampak sulit menyesuaikan diri . Pelan tapi pasti, ku percepat tempo gerakan ku . Sebenarnya saat itu senjata ku terasa perih sekali . A ku merasa nggak enak banget . Tapi erangan Kak Risa yang semakin menjadi membuat ku tidak berpikir lagi .

Makin ku hentakan pinggang ku , dengan gerakan yang teratur, Kak Risa terus menerus menghentakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, sesekali ia meregang sambil mengerang keras . A ku sempat ta ku t juga kalau sampai ada orang rumah yang terbangun, tapi untungnya kamar kami di atas dan paling ujung, agak jauh dari kamar Mama dan kakak-kakak ku yang lain . Tiba-tiba ku rasakan pinggang Kak Risa juga i ku t bergerak, seperti memutar, sesekali Kak Risa i ku t menghentakkan pinggangnya . A ku baru benar-benar merasakan enaknya mela ku kan hal itu . Dengan iseng ku remas juga buah dada Kak Risa, dan Kak Risa merespon dengan menggenggam tangan ku ku at . Gerakan pinggang Kak Risa makin cepat . Kak Risa seperti sudah biasa mela ku kan hal ini . Dengan pemikiran itu maka semakin agresif a ku menghentakkan pinggang ku . Tentu saja hal ini membuat Kak Risa mengerang semakin keras . Dari tubuh ku dan Kak Risa keringat semakin mengucur deras, padahal AC di ruangan cu ku p dingin .

Beberapa menit kemudian pergerakan ku mulai melambat, a ku seperti agak pusing, a ku hanya mampu menghentakkan pinggang ku sesekali, kadang a ku hanya diam menikmati remasan dinding-dinding vagina Kak Risa . ku rasa badan ku mulai lelah . Tiba-tiba Kak Risa meraih tubuh ku dan mendekap ku erat sekali, pinggangnya menghentak beberapa kali, rasanya luar biasa . Senjata ku seperti ditarik makin masuk ke dalam, dan dilumuri cairan yang hangat, diiringi erangan cu ku p keras dari Kak Risa . Saat Kak Risa melepas dekapannya, a ku merasa tubuh ku amat lelah sekali, karena tidak ku at a ku berguling di sisi Kak Risa . Pada saat itu a ku juga merasa dari senjata ku ada yang mau keluar . Rasanya enak sekali, baru kali itu a ku merasakan yang seperti ini hingga akhirnya cairan itu keluar membasahi tempat tidur . Entah a ku tidak ingat apa-apa lagi setelah itu . Paginya ketika a ku sadar, Kak Risa sudah memeluk sambil menciumi ku . Kami masih dalam keadaan tanpa pakaian sehelaipun .

Kakak nggak ngira kalau Adek yang dulu sering kakak gendong bisa berbuat ini sama kakak, bisik Kak Risa di telinga ku .

A ku sendiri setengah tidak percaya sudah mela ku kannya dengan kakak ku

Kak . ., a ku sayang banget sama Kakak, a ku cinta sama Kakak .

ku peluk Kak Risa dengan ku at . Kak Risa tersenyum dan mencium ku lagi .

Kakak ngerti kok Dek . ., kakak juga sayang dan cinta banget sama kamu, kakak hanya tidak menyangka kamu dewasa secepat ini . Dan jujur aja kakak seneng banget bisa mela ku kan ini sama kamu, Adek ku sayang .

Tapi ayo cepet bangun, sprei ini harus segera dicuci, lanjut Kak Risa lagi .

Lho, memangnya kenapa?, tanya ku singkat .

Kakak nggak mau kalau bekas darah di sprei itu sampai ketahuan Mama, jawab Kak Risa .

A ku setengah terkejut, Darah?, darah apa Kak?, tanya ku .

Kak Risa tidak menjawab, ia langsung meminta ku berdiri dan cepat-cepat melepaskan seprei tempat tidur kami .

Awalnya a ku memang tidak tahu, tapi belakangan a ku baru mengerti, bahwa ternyata malam itu a ku telah mengambil keperawanan kakak ku sendiri, di usia ku yang belum lagi genap 13 tahun . Bodohnya a ku , seharusnya a ku sudah tahu mengenai hal itu . A ku jadi merasa bersalah, berulang kali a ku minta maaf padanya, meskipun Kak Risa menga ku i bahwa ia sangat rela melepas keperawanannya pada ku . Hanya ia tidak mengira a ku akan mengambilnya sepagi ini . A ku jadi makin sayang padanya . Sejak kejadian itu a ku nggak pernah mencoba untuk mencari pacar . Karena Kak Risa sudah menjadi segalanya bagi ku .

Setelah kejadian itu pula Kak Risa juga menutup diri pada pergaulannya . Secara otomatis bagi Kak Risa status ku adalah adik sekaligus kekasihnya, kehidupan kami jadi semakin tertutup . Entah sejak saat itu sudah berapa kali kami mela ku kannya, dan keluarga kami benar-benar tidak tahu akan hal itu . Lepas SMU, a ku sudah tidak di Indonesia . A ku melanjutkan studi ke Amerika . Tapi tetap a ku tak bisa berpisah dengan Kak Risa . A ku meminta Kak Risa i ku t dengan ku , walau sebenarnya Papa dan Mama tidak setuju . Tapi mereka tak bisa apa-apa karena Kak Risa juga memaksa untuk menemani ku .

Sampai saat seluruh keluarga ku pindah ke Amerika pun, mereka tidak pernah tahu bahwa kami telah menjalani kehidupan yang exklusif seperti suami istri . Sekarang Kak Risa sudah bekerja pada sebuah bank di kota yang sama dengan ku . Kami tinggal di rumah yang jauh dari keramaian, dan kami sudah sepakat untuk menjalani kehidupan yang tertutup ini . Lagipula sampai saat ini keluarga kami tidak menaruh curiga sama sekali, mungkin pola pikir mereka sudah sama seperti orang setempat, tidak mau i ku t campur urusan pribadi orang lain .

T A M A T